Laman

Selasa, 16 September 2014

DIAM



Sesaat ku lantunkan nada-nada hatiku padamu
Nada yang penuh letupan api asmara
Api yang membakar hati ini
Sejenak ku terdiam
Kubenamkan rasa gemetar tubuhku
Menunggu apa balasan darimu
Bukan kata yang kau lantunkan
Bukan kalimat yang kau senandungkan
Hanya tatapan mata yang tajam menusuk hati
Penuh arti tapi tak tercerminkan dalam nada
Waktu terus berputar tanpa bisa ku tawar
Seraya meninggalkanku dalam hening
Keheningan yang sangat mencekam
Mencengkeram kuat nafas ini
Hatiku gundah tak bertuan
Kuberanikan membuka senyum tipis
Terukir indah di wajah merah meronamu
Sedikit senyum manis mempesona
Memang bukan sebuah nada
Tapi ku yakin itu jawabnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar