Sesaat ku lantunkan nada-nada
hatiku padamu
Nada yang penuh letupan api
asmara
Api yang membakar hati ini
Sejenak ku terdiam
Kubenamkan rasa gemetar tubuhku
Menunggu apa balasan darimu
Bukan kata yang kau lantunkan
Bukan kalimat yang kau senandungkan
Hanya tatapan mata yang tajam
menusuk hati
Penuh arti tapi tak tercerminkan
dalam nada
Waktu terus berputar tanpa bisa
ku tawar
Seraya meninggalkanku dalam
hening
Keheningan yang sangat mencekam
Mencengkeram kuat nafas ini
Hatiku gundah tak bertuan
Kuberanikan membuka senyum tipis
Terukir indah di wajah merah meronamu
Sedikit senyum manis mempesona
Memang bukan sebuah nada
Tapi ku yakin itu jawabnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar