Laman

Rabu, 18 Maret 2015

The End

Tulisan terakhir di blog ini... Hahahaha :D
Bingung juga mau nulis apa. Perpisahan? Sapa juga yang kehilangan blog ini. Kagak ada :D
Mau ganti aja, blog rahasia. Memulai hal baru cerita baru dengan hal yang baru.
Udah ya, cukup... Walau banyak yang belum tak post untuk cerita yang sudah saya tulis untuk blog ini.
Kagak jelas banget mau nulis apa. Hahahaha :D
Pokoknya, saya resmikan saya tutup dengan teramat ringan :D
See..... Sampai jumpa lagi di blog baruku nanti. 
Semangat Pagi Kakak....................

Kamis, 29 Januari 2015

Antara Jarak, Kesibukan, dan Cerita Lain di Dalamnya.

Judul dulu.... isinya udah ada... tapi males tak posting.... paling juga gak dibaca... paling juga dicuekin doang... What ever lah........ #sad

Jumat, 09 Januari 2015

More than Theory



Cinta itu soal memberi. Memberi kasih sayang tanpa syarat. Cinta itu mengajarkan kita untuk mengasihi dan menyayangi tanpa perlu meminta dikasihi dan disayangi.
Arti cinta begitu luas daripada rasa sayang. Kadang rasa sayang pun lebih luas daripada cinta. Cinta dan kasih sayang tak mungkin terpisahkan.
Mengapa ada malam karena ada siang. Mengapa ada gelap karena ada terang. Pun dengan hitam karena ada putih. Itulah teori. Teori yang sedari dulu sudah ada. Yang sedari dulu sama adanya.
Ketika ada dua sejoli yang sedang dilanda asmara. Yang sedang dimabuk cinta. Mereka menjalani kisah mereka lebih dari sekedar rasa cinta. Ingat, cinta adalah soal memberi. Cinta suatu hal yang tulus tanpa syarat. Bukan berarti mereka para petualang asmara tak saling mencinta. Tak mungkin dua sejoli itu hanya memberi tanpa mengharap balasan dari pasangannya. Ini bukan tulus tak tulus. Ini kisah asmara. Rasa kasih dan sayang tercampur di dalamnya. Pun dengan rasa-rasa yang lain. Memang ini semua tentang kepercayaan. Kepercayaan dua sejoli tersebut dalam menjalani kisah asmara mereka. Tapi tak sesimpel itu. Kisah asmara itu bagaikan virus yang selalu bermutasi. Yang tak cukup berlandas pada teori belaka. Jika kau hanya mengandalkan teori, mengandal apa yang dirasa, mengandalkan apa kata dunia, kau akan mati di dalamnya.
Kita akan menemukan vaksin atau bahkan obat dari suatu virus, ketika kita melakukan percobaan yang berlandas fakta dan teori yang ada, berulang kali salah dan gagal dalam menyusun suatu praduga. Hingga akhirnya kita menemukannya. Seperti kisah asmara, dimana di jalan nanti pasti ada suka maupun duka.
Semua orang punya kisah asmaranya masing-masing. Tak ada yang sama dan tak perlu disama-samakan. Bila disama-samakan, sebetulnya itu hanya mengulang kisah orang lain. Teori orang lain. Kisah asmara lebih dari itu, lebih dari yang orang tahu. Karena setiap detiknya pasti ada kisah yang baru. Kita hanya perlu memahami keadaan, mengerti akan apa yang dihadapi. Bukan bercermin dari kisah yang lain. Karena bila kisah yang begitu-begitu saja, sama dan sama seperti yang dahulu. Kita takkan pernah menjadi penemu kisah kita sendiri. Dan itu semua pasti membosankan. Ciptakan kisahmu, untuk bahagia yang baru. Bukan bahagia yang semu.

Sabtu, 01 November 2014

Maaf



Dalam suatu hubungan pasti ada suka dan duka. Suka karena kebahagian yang tercipta di setiap momen kebersamaan yang begitu indah. Kadang waktupun terlupakan. Waktu berjalan begitu cepat tanpa bisa kita tawar. Merenggut momen-momen bahagia kebersamaan dengan cepat. Kadang pun ada duka. Duka karena selisih paham mau pun masalah yang muncul begitu saja. Tak ada yang mengundang masalah itu untuk datang. Bahkan mungkin kadang tak terpikirkan mengapa “mereka” muncul. Kebetulan? Jelas bukan!!! Pasti ada pemetik api sebelumnya, hingga terbakar hangus oleh bara yang lara. Oleh api-api kemarahan.
Ego selalu muncul di antara kita. Tidak ada yang mau mengalah untuk menyudahi amarah yang ada. Kadang aku merasa paling benar, kadang kau merasa lebih benar. Sulit untuk menyatakan kesalahan, kekhilafan maupun penyesalan. Terlebih sulit lagi meminta maaf. Kata yang sesungguhnya sangat ringkas diucapkan. Dengan sejuta manfaatnya. Mungkin, bukan karena merasa benar atau salah saja. Lebih karena masalah gengsi. Sungguh aneh suatu masalah, terlebih aneh yang terlibat masalah.
Kalau semua masalah ini, bukan karena kau atau aku, namun lebih karena kita. Bukankan maaf sesungguhnya pasti akan muncul setelahnya? Bukankah baikkan itu akan kembali beriringan? Sadarlah, bila ini masalah kita. Ini bukan salahmu ataupun salahku, namun kesalahan kita. Ini bukan masalah siapa yang benar, namun bagaimana cara kita membenarkannya. Ini bukan masalah maaf memaafkan, karena baik maaf darimu atau dariku sesungguhnya itu atas landasan kita. Bila semua berlandaskan akan kita, sesungguhnya masalah kita tak pernah ada.
Masalah ada bila ada dia. Jika tak ada tokoh dia dalam cerita kita, sungguh cerita kita tanpa masalah. Maafkan aku sayang, bila aku tak sempurna untuk bahagiamu. Maafkan aku sayang, yang kadang membuatmu cemberut. Maafkan aku, karena aku masih belajar mencintaimu. Bukan berarti aku tak tulus mencintaimu. Itu semua karena aku benar-benar menyayangimu. Aku terus belajar mencintaimu, agar rasa cintaku kepadamu semakin bertambah tanpa henti seperti bilangan yang tak berujung.

Senin, 20 Oktober 2014

Awan



Awan tak hadir sedari fajar menjelang
Tergambar indah nan cerah hari ini
Pepohonan bergoyang mengikuti hembus angin
Membawa sejuk di tengah terik matahari

Sore segera datang
Senja akan hadir beriringan
Namun awan tak kunjung datang
Pertanda cerah seluruh hari ini

Awan ku bukan awan mendung
Yang terlukis muram kelam
Dihiasi bercak-bercak kilat dan guntur
Membawa sejuta tangis kepedihan

Awan mengapa kau tak kunjung datang?
Awan putih penuh pesona
Memberi keteduhan dan kesejukkan

Awanku, janganlah kau murung
Memberikan kepedihan dalam hati
Awanku, tetaplah tersenyum
Bawa aku terbang ke langit

Denganmu awan
Bersamamu awan
Hari yang cerah ini
Akan menjadi lebih indah

Rabu, 15 Oktober 2014

Jangan Risih dan Malu



Saat kita bersama dalam suatu momen yang hanya kita di dalamnya. Duduk berdua berdampingan menghabiskan detik demi detik dengan asiknya bercerita. Kadang terdiam dalam heningnya kata. Bukan karena bosan atau letih dalam bercakap cerita, hanya ingin hening dalam cinta. Ungkapan cinta tak harus dalam bentuk ungkaian kata yang tersusun rapi dengan sajak yang romantis dibumbui puji-pujian di dalamnya. Hanya dengan pandangan mata yang tulus pun sudah bisa ungkapkan rasa.
Duhai pujaanku, mengertilah engkau betapa aku sangat menyayangimu. Tulus tanpa ada syarat di dalamnya. Mencintai itu bukan soal menerima balasan, namun lebih memberi dengan ikhlas kasih sayang untuknya. Seperti, air hujan yang turun membasahi bumi ini. Tulus tanpa ada beban maupun keterpaksaan.
Kasih, batinku ini milikmu. Hati dan jantungku hanya untukmu. Ragaku ini siap untuk melindungi engkau kekasihku. Selebih lagi hanya pundakku, yang hanya ingin kau pinjam untuk tempatmu bersandar. Sungguh, bersandarlah kekasihku. Aku takkan merasa lelah akan hal itu. Aku bahkan akan merasa lebih senang dari yang kau tahu. Janganlah merasa risih atau malu, tempat ini memang selalu menantimu. Karena sesungguhnya ini hanya milikmu.

Kamis, 09 Oktober 2014

So Deep

Semua tercipta akan masa lampau. Ada yang begitu membekas dan ada pula yang sirna karena masa. Lenyap tak membekas karena begitu sakit bila terngiang, ataupun terlalu biasa untuk dikenang. Terhapus bersama masa yang menggerus waktu. Adapun yang teringat masa demi masa, demi rasa yang masih ada. Mungkin rasa tak lagi sama, mungkin rasa telah berubah. Namun, manis masih terasa dan selalu didamba. Entah apa yang sebenarnya dan sesungguhnya diinginkan. Apakah itu hadir, atau pergi akan suatu sosok lampau. Yang lampau kadang begitu indah terekam, terpahat dalam hati hingga sangat berarti. Aneh itu suatu ungkapan, disaat kau pergi. Pergi untuk dikenang ataupun karena ingin dilupakan. Ingin dilupakan karena sangat berarti itu sangat sulit, sama seperti ingin dikenang namun pergi karena menyakiti.
Sekarang memang bukan masalah masa itu. Tapi lebih ke masa apa yang akan datang. Namun, mungkin begitu sulit akan hilangnya masa-masa itu dan itu. Sudah aku ucapkan, "yang terpahat dalam hati sungguh sangat berarti", hingga tak mungkin untuk diganti. Yang ada hanya sisi, bagian, ataupun ruang lain dalam hati untuk yang akan datang. Bukan untuk digantikan. Karena itu pahatan yang tak mungkin terhapus. Bila, hanya gambaran ataupun lukisan saja mungkin kita tinggal menumpukinya dengan gambar atau lukisan yang lebih terang lagi hingga sinarnya tak seterang yang baru. Yang berlahan pudar dan menghilang.
Mungkin kemagisan itu bisa mengalihkan atau merubah semua hal, namun tidak menghapus masa itu. Magis biasanya untuk hal-hal yang akan datang, atau sekumpulan prediksi yang akan terjadi. Jelas bukan untuk merubah yang sudah terjadi. Magis itu tak begitu hebat seperti kenyataan. Yang selalu bisa memputar balikkan keadaan. Magispun tak hanya satu. Bila ada magis yang sekarang terjadi, itu tak sehebat magis yang pertama atau lampau terjadi. Bukan masalah dari kualitas atau kuantitasnya, lebih karena magis yang dahulu adalah dasar dari magis yang sekarang atau magis yang akan datang. 
Tinggi langit bisa kita terka, dalam samudra bisa kita ukur. Semua orang bisa untuk mempelajarinya. Bisa menjadi ahli ditiap bidangnya. Namun, hanya dalamnya hati yang tak bisa dipelajari. Walaupun hati telah dibagi ataupun serahkan untuk seseorang yang berarti, namun sungguh tak akan mengerti. Hanya pemilik hati sejati yang tahu betapa dalam hati yang ia miliki. Bukan orang yang ia titipi atau beri. Hati adalah misteri. Misteri yang mustahil terpecahkan.