Saat kita bersama dalam suatu momen yang
hanya kita di dalamnya. Duduk berdua berdampingan menghabiskan detik demi detik
dengan asiknya bercerita. Kadang terdiam dalam heningnya kata. Bukan karena
bosan atau letih dalam bercakap cerita, hanya ingin hening dalam cinta.
Ungkapan cinta tak harus dalam bentuk ungkaian kata yang tersusun rapi dengan
sajak yang romantis dibumbui puji-pujian di dalamnya. Hanya dengan pandangan
mata yang tulus pun sudah bisa ungkapkan rasa.
Duhai pujaanku, mengertilah engkau betapa
aku sangat menyayangimu. Tulus tanpa ada syarat di dalamnya. Mencintai itu
bukan soal menerima balasan, namun lebih memberi dengan ikhlas kasih sayang
untuknya. Seperti, air hujan yang turun membasahi bumi ini. Tulus tanpa ada
beban maupun keterpaksaan.
Kasih, batinku ini milikmu. Hati dan
jantungku hanya untukmu. Ragaku ini siap untuk melindungi engkau kekasihku.
Selebih lagi hanya pundakku, yang hanya ingin kau pinjam untuk tempatmu
bersandar. Sungguh, bersandarlah kekasihku. Aku takkan merasa lelah akan hal
itu. Aku bahkan akan merasa lebih senang dari yang kau tahu. Janganlah merasa
risih atau malu, tempat ini memang selalu menantimu. Karena sesungguhnya ini
hanya milikmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar