Laman

Rabu, 01 Oktober 2014

Belenggu Jarak



     Hariku memang tak sesepi dahulu. Sekarang ada kau yang menemani. Memang kau tak hadir disini bersamaku, namun kau selalu hadir dalam hati ini. Kadang rindu selalu memburuku. Aku tak mengerti kenapa ia selalu memburu dan menghantuiku. Sungguh ku tak ingin sedih akan rindu. Sungguh ku tak ingin menangis karena cinta. Memang, ini bukanlah suatu masalah karena kita tidak ada perselisihan. Satu-satunya masalah adalah jarak yang memisahkan kita. Yang sungguh membuatku gila, gila akan kehadiranmu.
    Rinduku tak akan terobati oleh suara dan pesan darimu. Namun memang, itu setidaknya membuatku tenang bahwa engkau ada untukku. Bila rindu memang harus bertemu. Berjumpa, bersalam-sapa dan berbagi senyum-tawa kebahagiaan. Namun bagaimana dengan masalah jarak itu? Serta bagaimana bila setiap waktu aku selalu rindu akan hadirmu? Mungkinkah harus selalu bertemu di setiap waktu? Dengan adanya jarak, ku yakin itu tidak mungkin. Aku hanya bisa memandangi gambar tentang dirimu. Yang entah berapa kali ku minta darimu, yang entah berapa banyak ku miliki. Semua hanya untuk menghapus rindu yang membelenggu. Walau mungkin ku sadari, tak mungkin terhapus rinduku padamu tanpa hadirmu di hadapanku. Namun, setidaknya gambar wajahmu ini bisa membuatku sedikit terobati akan rindu.
    Pernah ku salahkan keadaan. Namun inilah jalan yang ku pilih. Jalan untuk jalani hidup bersamamu kekasihku. Bila memang jarak yang sekarang menjadi musuh kita, aku berjanji akan menghadapinya. Menghadapinya bersamamu kekasih hatiku. Bila memang cinta kita kuat, ku yakin bukan hanya jarak yang kita kalahkan. Bahkan waktu yang terus berputar, yang menghabiskan waktu kita saat jarak memisahkan, pasti akan kita taklukkan. Memang waktuku tak seluruhnya untukmu, namun waktuku akan selalu bersamamu. Kau yang selalu ku rindu, kau yang selalu ku cinta. Karena cintalah yang membuatku rindu akan hadirmu kekasih hatiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar