Hariku memang tak sesepi dahulu. Sekarang ada kau
yang menemani. Memang kau tak hadir disini bersamaku, namun kau selalu hadir
dalam hati ini. Kadang rindu selalu memburuku. Aku tak mengerti kenapa ia
selalu memburu dan menghantuiku. Sungguh ku tak ingin sedih akan rindu.
Sungguh ku tak ingin menangis karena cinta. Memang, ini bukanlah suatu masalah
karena kita tidak ada perselisihan. Satu-satunya masalah adalah jarak yang
memisahkan kita. Yang sungguh membuatku gila, gila akan kehadiranmu.
Rinduku tak akan terobati oleh suara dan pesan
darimu. Namun memang, itu setidaknya membuatku tenang bahwa engkau ada untukku.
Bila rindu memang harus bertemu. Berjumpa, bersalam-sapa dan berbagi
senyum-tawa kebahagiaan. Namun bagaimana dengan masalah jarak itu? Serta
bagaimana bila setiap waktu aku selalu rindu akan hadirmu? Mungkinkah harus
selalu bertemu di setiap waktu? Dengan adanya jarak, ku yakin itu tidak mungkin.
Aku hanya bisa memandangi gambar tentang dirimu. Yang entah berapa kali ku minta
darimu, yang entah berapa banyak ku miliki. Semua hanya untuk menghapus rindu
yang membelenggu. Walau mungkin ku sadari, tak mungkin terhapus rinduku padamu
tanpa hadirmu di hadapanku. Namun, setidaknya gambar wajahmu ini bisa membuatku
sedikit terobati akan rindu.
Pernah ku salahkan keadaan. Namun inilah jalan yang
ku pilih. Jalan untuk jalani hidup bersamamu kekasihku. Bila memang jarak yang
sekarang menjadi musuh kita, aku berjanji akan menghadapinya. Menghadapinya
bersamamu kekasih hatiku. Bila memang cinta kita kuat, ku yakin bukan hanya
jarak yang kita kalahkan. Bahkan waktu yang terus berputar, yang menghabiskan
waktu kita saat jarak memisahkan, pasti akan kita taklukkan. Memang waktuku tak
seluruhnya untukmu, namun waktuku akan selalu bersamamu. Kau yang selalu ku
rindu, kau yang selalu ku cinta. Karena cintalah yang membuatku rindu akan
hadirmu kekasih hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar