Laman

Kamis, 09 Oktober 2014

So Deep

Semua tercipta akan masa lampau. Ada yang begitu membekas dan ada pula yang sirna karena masa. Lenyap tak membekas karena begitu sakit bila terngiang, ataupun terlalu biasa untuk dikenang. Terhapus bersama masa yang menggerus waktu. Adapun yang teringat masa demi masa, demi rasa yang masih ada. Mungkin rasa tak lagi sama, mungkin rasa telah berubah. Namun, manis masih terasa dan selalu didamba. Entah apa yang sebenarnya dan sesungguhnya diinginkan. Apakah itu hadir, atau pergi akan suatu sosok lampau. Yang lampau kadang begitu indah terekam, terpahat dalam hati hingga sangat berarti. Aneh itu suatu ungkapan, disaat kau pergi. Pergi untuk dikenang ataupun karena ingin dilupakan. Ingin dilupakan karena sangat berarti itu sangat sulit, sama seperti ingin dikenang namun pergi karena menyakiti.
Sekarang memang bukan masalah masa itu. Tapi lebih ke masa apa yang akan datang. Namun, mungkin begitu sulit akan hilangnya masa-masa itu dan itu. Sudah aku ucapkan, "yang terpahat dalam hati sungguh sangat berarti", hingga tak mungkin untuk diganti. Yang ada hanya sisi, bagian, ataupun ruang lain dalam hati untuk yang akan datang. Bukan untuk digantikan. Karena itu pahatan yang tak mungkin terhapus. Bila, hanya gambaran ataupun lukisan saja mungkin kita tinggal menumpukinya dengan gambar atau lukisan yang lebih terang lagi hingga sinarnya tak seterang yang baru. Yang berlahan pudar dan menghilang.
Mungkin kemagisan itu bisa mengalihkan atau merubah semua hal, namun tidak menghapus masa itu. Magis biasanya untuk hal-hal yang akan datang, atau sekumpulan prediksi yang akan terjadi. Jelas bukan untuk merubah yang sudah terjadi. Magis itu tak begitu hebat seperti kenyataan. Yang selalu bisa memputar balikkan keadaan. Magispun tak hanya satu. Bila ada magis yang sekarang terjadi, itu tak sehebat magis yang pertama atau lampau terjadi. Bukan masalah dari kualitas atau kuantitasnya, lebih karena magis yang dahulu adalah dasar dari magis yang sekarang atau magis yang akan datang. 
Tinggi langit bisa kita terka, dalam samudra bisa kita ukur. Semua orang bisa untuk mempelajarinya. Bisa menjadi ahli ditiap bidangnya. Namun, hanya dalamnya hati yang tak bisa dipelajari. Walaupun hati telah dibagi ataupun serahkan untuk seseorang yang berarti, namun sungguh tak akan mengerti. Hanya pemilik hati sejati yang tahu betapa dalam hati yang ia miliki. Bukan orang yang ia titipi atau beri. Hati adalah misteri. Misteri yang mustahil terpecahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar